HONDA BANNER

Karantina Siaga Lebaran, Pengawasan Komoditas Pertanian Diperketat

Karantina Siaga Lebaran, Pengawasan Komoditas Pertanian Diperketat

Karantina Bengkulu lakukan inspeksi mendadak di Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu-foto:istimewa-

BENGKULUEKSPRESS.COM – Menjelang Idulfitri 1446 H/ 2025 M, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Bengkulu semakin memperketat pengawasan terhadap komoditas pertanian yang dibawa oleh penumpang kapal perintis tujuan Pulau Enggano maupun jalur udara Bandara Fatmawati Soerkarno Bengkulu. 

Plt Kepala BKHIT Bengkulu, Sri Endah, mengatakan bahwa petugas karantina melakukan inspeksi ketat terhadap barang bawaan, terutama hasil pertanian, guna memastikan semua telah memenuhi persyaratan karantina. 

Langkah ini bertujuan mencegah masuk dan tersebarnya hama serta penyakit berbahaya dari Pulau Enggano ke Kota Bengkulu maupun sebaliknya.

Tak hanya jalur laut, jalur udara juga tidak luput dalam pengawasan petugas Karantina Bengkulu.

"Operasi ini berlangsung sejak 21 Maret hingga 10 April. Kami memastikan seluruh arus lalu lintas, baik barang, tumbuhan, maupun orang yang keluar masuk Bengkulu, berjalan aman, terutama menjelang lebaran saat arus penumpang meningkat," ujar Sri Endah, Selasa (25/3/2025).  

BACA JUGA:Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Bengkulu Perketat Pengawasan Jelang Arus Mudik Lebaran

BACA JUGA:ASN Pemprov Bengkulu Terapkan WFH, Pelayanan Publik Tetap Berjalan

Pengawasan ini merupakan bagian dari program Karantina Siaga Lebaran, mengingat lonjakan penumpang dan distribusi pangan menjelang Hari Raya. 

Dengan pengawasan ketat, diharapkan masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan aman tanpa khawatir terhadap pangan dan produk pertanian yang tidak terjamin kesehatannya.  

Karantina Bengkulu menegaskan komitmennya dalam memastikan bahwa komoditas yang masuk dan keluar tetap sehat serta bebas dari ancaman Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK), Hama Penyakit Karantina (HPIK), dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK).

"Kepatuhan ini diharapkan dapat mencegah penyebaran hama, penyakit, serta organisme pengganggu yang berpotensi merugikan sektor pertanian dan perikanan di Indonesia demi menjaga kesehatan dan keselamatan bersama,".  (tri)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: