Ternyata Ini Penyebab Utama Selalu Hidup Miskin, Berikut Penjelasan Gus Baha

Sabtu 05-04-2025,08:00 WIB
Reporter : Ari Apriko
Editor : Ari Apriko

BENGKULUEKSPRESS.COM- Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), miskin diartikan sebagai kondisi hidup tanpa memiliki harta dan serba kekurangan.

Istilah ini juga berkaitan dengan keterbatasan rezeki, sehingga seseorang tidak mampu memenuhi kebutuhan dasarnya.

Dalam hukum Islam (fiqih), orang miskin termasuk dalam salah satu dari delapan golongan (asnaf ats-tsamaniyah) yang berhak menerima zakat.

BACA JUGA:Alasan Anjuran Puasa Syawal Hanya 6 Hari, Berikut Penjelasan Gus Baha

BACA JUGA:Bisa Menghambat Siklus Ini, Gus Baha Ingatkan Agar Perayaan Lebaran Jangan Terlalu Lama

Terkait kondisi kemiskinan, KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha mengungkap beberapa faktor yang menyebabkan seseorang hidup dalam kekurangan.

Sebelum menjelaskan penyebab utama kemiskinan, Gus Baha menyoroti bahwa kebutuhan dasar manusia mencakup makanan dan minuman.

Menurut Gus Baha, jika seseorang hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan pokok tersebut, maka ia tidak akan merasa miskin.

Hal tersebut disampaikan Gus Baha dalam ceramah yang videonya diunggah oleh kanal Youtube @Muhibbingusbaha1994.

"Andaikan orang hanya butuh makanan pokok, yaitu makan dan minum yang pokok, maka kita tidak pernah miskin," terang Gus Baha.

Menurut Gus Baha, kemiskinan terjadi bukan semata-mata karena kurangnya harta, tetapi karena manusia cenderung memperluas kebutuhannya.

Banyak hal yang sebenarnya bukan kebutuhan pokok justru dianggap sebagai sesuatu yang wajib dipenuhi.

BACA JUGA:Ingin Panen Pahala di Hari Raya Idul Fitri, Gus Baha Sarankan 4 Amalan Berikut Ini

BACA JUGA:Ingin Menghidupkan Hari Raya, Gus Baha Bagikan Amalannya

"Jadi miskin itu disebabkan kebutuhan kita banyak, maka merasa miskin kalau tidak tersampaikan. Makanya istighna itu bukan bisyai’in, tapi anistai’in. Kalau dalam bahasa tasawuf, latihlah istighna anissyai’i bukan besyai’in," terang Gus Baha.

Kategori :