HONDA BANNER

Jangan Anggap Sepele! Ternyata Orangtua Selingkuh Berdampak pada Anak

Jangan Anggap Sepele! Ternyata Orangtua Selingkuh Berdampak pada Anak

Dampak orang tua selingkuh pada anak memang tidak bisa disepelekan. --

BENGKULUEKSPRESS.COM - Saat orang tua selingkuh, sering kali perasaan anak diabaikan karena dianggap masih kecil dan belum mengerti apa-apa. Padahal, tanpa sadar mereka bisa merasa tersakiti. Hal ini bisa berdampak pada kesehatan mental anak, bahkan membuat mereka menarik diri dari lingkungan.

Dampak dari perselingkuhan orang tua pada anak sangat bervariasi, tergantung usia dan kepribadian anak. Anak kecil mungkin menunjukkan rasa cemas berlebih, sedangkan anak remaja bisa merasakan kemarahan, kebingungan, atau bahkan tidak percaya terhadap orang tuanya. Namun, ada pula anak yang memiliki mekanisme pertahanan diri yang lebih kuat dan dapat menyesuaikan diri dengan baik, terutama jika mendapatkan dukungan yang cukup dari lingkungan.

BACA JUGA:Pengantin Baru Wajib Tahu! Ini Dia Tips Melakukan Hubungan Intim di Malam Pertama

Dampak Orang Tua Selingkuh pada Anak
Ketika anak mengetahui bahwa salah satu atau kedua orang tuanya berselingkuh, dunia mereka bisa terasa berantakan. Orang tua adalah sosok yang mereka andalkan sebagai tempat berlindung dan belajar tentang kepercayaan serta hubungan. Namun, ketika rasa percaya itu terguncang, anak bisa mengalami berbagai dampak emosional dan psikologis yang tidak bisa diabaikan. Berikut ini adalah dampak yang mungkin terjadi pada anak saat mengetahui orang tuanya selingkuh:

1. Kecewa, bingung, dan marah
Anak, terutama yang sudah lebih besar, memahami bahwa perselingkuhan adalah bentuk pengkhianatan dalam hubungan. Mereka bisa merasa sangat kecewa melihat ayah dan ibunya tidak menjalankan peran sebagai orang tua sebagaimana mestinya. Kebingungan sering muncul karena anak tidak tahu bagaimana harus bereaksi, sedangkan kemarahan bisa berkembang menjadi perasaan memberontak atau menyalahkan salah satu orang tua.

2. Malu dan menarik diri dari lingkungan sosial
Anak-anak yang mengetahui perselingkuhan orang tua mereka juga bisa merasa malu, terutama jika konflik dalam keluarga menjadi perbincangan orang lain. Rasa malu ini bisa membuat mereka menarik diri dari lingkungan sosial, enggan berbagi cerita dengan teman, atau bahkan mengalami sulit berinteraksi dengan teman-teman di sekolah atau orang sekitarnya

BACA JUGA:Penting Diketahui! Inilah 6 Tanda Wanita Orgasme

3. Sulit percaya pada orang tua
Kepercayaan adalah elemen penting dalam hubungan anak dengan orang tua. Ketika anak menyadari adanya perselingkuhan di antara orang tuanya, mereka mungkin merasa sulit untuk kembali percaya kepada orang tua yang berselingkuh. Anak mungkin jadi tidak leluasa lagi mencurahkan isi hatinya ke orang tuanya dengan cara yang sama seperti sebelum ia tahu adanya perselingkuhan. Bahkan, dalam jangka panjang, mereka bisa membawa luka ini ke dalam kehidupan dewasa, menjadi lebih skeptis terhadap hubungan romantis, atau takut mengalami hal yang sama.

4. Cemas dan takut akan perpisahan
Perselingkuhan sering menyebabkan konflik, yang bisa berkembang menjadi pertengkaran terus-menerus atau bahkan perceraian. Anak-anak, terutama yang masih kecil, biasanya belum memahami situasi ini dan mulai merasa cemas. Mereka bisa mengalami ketakutan akan kehilangan salah satu orang tua dan merasa tidak aman di rumah yang dulu mereka anggap sebagai tempat paling nyaman.

5. Sulit berprestasi dan fokus di sekolah
Stres dan kecemasan akibat konflik keluarga bisa memengaruhi konsentrasi anak dalam belajar. Anak mungkin kehilangan semangat untuk berprestasi atau su,it fokus di sekolah karena pikiran mereka terus dipenuhi oleh masalah di rumah. Hal ini bisa berdampak pada penurunan nilai akademis dan motivasi dalam mengejar cita-cita mereka.

BACA JUGA:Benarkah Mendapat Pahala Double? Bila Puasa Qadha Digabung dengan Puasa Syawal, Ini Kata Ustaz Abdul Somad

6. Sulit percaya pada hubungan asmara
Anak yang tumbuh dengan pengalaman melihat orang tua berselingkuh bisa memiliki persepsi yang berbeda terhadap kesetiaan dan hubungan asmara. Beberapa mungkin menjadi sangat berhati-hati dalam menjalin hubungan, sedangkan yang lain bisa mengalami ketakutan akan komitmen. Ada juga anak yang justru mengembangkan pola hubungan tidak sehat karena kurangnya contoh hubungan yang stabil di dalam keluarga mereka. Sebenarnya hal ini dilakukan untuk melindungi diri agar tak kembali dikhianati.

Cara Membantu Anak Mengatasi Dampak Perselingkuhan
Jika orang tua menghadapi situasi ini, penting untuk memberikan perhatian lebih kepada anak agar mereka tidak merasa diabaikan. Beberapa cara yang bisa dilakukan orang tua kepada anak meliputi:

- Pastikan anak merasa didengar dan berikan penjelasan sesuai dengan usianya
- Jangan melibatkan anak dalam konflik dengan tidak menyudutkan atau berbicara buruk tentang pasangan di depan anak.
- Hindari berdebat atau bertengkar di depan anak, karena bisa menyebabkan anak jadi stres.
- Ciptakan lingkungan rumah yang tenang dan stabil.
- Dorong anak untuk mengekspresikan perasaan mereka melalui kegiatan positif.
- Jika diperlukan, mencari bantuan profesional seperti psikolog atau konselor keluarga.

BACA JUGA:Doa Sebelum Berangkat Kerja, Sebagai Amalan Penjemput Rezeki

Dampak orang tua selingkuh pada anak memang tidak bisa disepelekan. Namun, Anda dapat mengalihkan perhatian dengan lebih mendahulukan kebutuhan anak dan mencurahkan semua kasih sayang pada mereka. Jika pada akhirnya perceraian menjadi pilihan Anda untuk menyelesaikan masalah perselingkuhan, jelaskan baik-baik tentang pilihan tersebut kepada anak.

Ingat, tidak semua anak memproses isu perselingkuhan orang tua dengan cara yang sama. Ada yang bisa memaafkan orang tuanya dan pulih dari sakit hati dengan cepat. Namun, ada pula yang menyimpan rasa marah dan kecewanya hingga bertahun-tahun, sampai tak mau berbicara lagi dengan orang tuanya.

Meski demikian, jangan pernah berhenti untuk merangkul, memberikan perhatian, dan mencurahkan kasih sayang ke anak-anak, ya. Bila perlu, ajaklah anak berkunjung ke psikolog untuk mengeluarkan semua rasa sedih, marah, dan kecewa yang ia rasakan, serta menanamkan padanya bahwa ia tak sendiri menghadapi masalah ini.(bee)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: