HONDA BANNER

Hukum Puasa Syawal Sebelum Bayar Hutang Puasa Ramadhan, Berikut Penjelasan Buya Yahya

Hukum Puasa Syawal Sebelum Bayar Hutang Puasa Ramadhan, Berikut Penjelasan Buya Yahya

Buya Yahya Jelaskan Hukum Puasa Syawal Sebelum Bayar Hutang Puasa Ramadhan-(foto: kolase/bengkuluekspress.disway.id)-

Buya Yahya menjelaskan bahwa jika seseorang ingin membayar utang puasa Ramadhan sekaligus meraih pahala puasa Syawal, maka perlu disertai dengan niat khusus untuk mengganti puasa Ramadhan.

Dengan niat yang benar, seseorang dapat memperoleh pahala dari kedua amalan tersebut secara bersamaan.

"Niatnya bayar utang saja, kan enak, sudah kebayar utangnya lalu dapat juga puasa sunnahnya," papar Buya Yahya.

Buya Yahya menegaskan bahwa penting untuk tidak membalikkan urutan niatnya. Niat utama harus tetap untuk membayar utang puasa Ramadhan, sehingga pahala puasa Syawal dapat diperoleh sebagai tambahan.

"Jangan dibalik, jangan puasa Sunnah saja, lalu utang puasanya tidak dibayar. Saya jalankan puasa Sunnah Syawal, sah sunnahnya, tapi utangnya belum dibayar," jelas Buya Yahya.

BACA JUGA:Padangan dalam Islam Terkait Baju Baru Saat Lebaran, Berikut Penjelasan Buya Yahya

BACA JUGA:Bolehkah Membayar Zakat Fitrah Secara Online, Berikut Penjelasan Buya Yahya

Jika seseorang meniatkan puasanya untuk membayar utang puasa Ramadhan, maka kewajiban tersebut akan terpenuhi, sekaligus tetap berpeluang mendapatkan pahala dari puasa sunnah Syawal.

"Tapi kalau niatnya membayar utang, sunnahnya dapat, cukup, saya mengqodho puasa Ramadan di Bulan Syawal ini, bagus, utangnya dibayar kemudian mendapatkan pahala Sunnah," papar Buya Yahya.

Buya Yahya menekankan agar tidak menggabungkan niat membayar utang puasa Ramadhan dan niat puasa Syawal secara bersamaan dalam satu lafaz niat.

"Tapi jangan di double niatnya, kalau niatnya di double, kata para ulama mazhab syafi'I tidak sah, cukup niat bayar utang puasa Ramadhan saja," pesan Buya Yahya.

Menurut Buya Yahya, tidak ada kewajiban untuk melafalkan niat dalam bahasa Arab. Cukup dengan menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa yang dipahami, puasa tetap sah.

Sebab, Allah SWT mengetahui niat yang ada di dalam hati setiap hamba-Nya saat menjalankan ibadah.

"Kemudian, niar bayar utang itu gak usah pakai bahasa Arab juga sah," tutup Buya Yahya.

BACA JUGA:2 Kegembiraan Bagi Orang yang Berpuasa di Bulan Ramadhan, Berikut Penjelasan Buya Yahya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: