HONDA BANNER

Rugi Kalau Dilewatkan, Puasa Syawal Memiliki Keutamaan yang Luar Biasa, Berikut Penjelasan Ustaz Adi Hidayat

Rugi Kalau Dilewatkan, Puasa Syawal Memiliki Keutamaan yang Luar Biasa, Berikut Penjelasan Ustaz Adi Hidayat

Ustaz Adi Hidayat Jelaskan Keutamaan dari Puasa Syawal yang Sayang Bila Dilewatkan-(foto: kolase/bengkuluekspress.disway.id)-

BACA JUGA:Ingin Membayar Zakar Fitrah, Ini Pesan Ustaz Adi Hidayat

"Maka di hari kedua hingga akhir bulannya ada sebuah bentangan yang sangat istimewa yang hanya terdapat pada bulan Syawal," lanjut Ustaz Adi Hidayat.

Menurut Ustaz Adi Hidayat, Sahabat Abu Ayyub Al-Ansari menerima pesan penting dari Nabi Muhammad SAW, yang kemudian dicatat oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim, hadits nomor 1164.

"Barang siapa puasa Ramadhan kemudian dilanjutkan dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka seperti berpuasa sepanjang masa. Sebulan ditambah selama 6 hari ini nilainya setara dengan satu tahun," kata Ustaz Adi Hidayat menyampaikan hadits yang ia maksud.

Dari hadits tersebut, terdapat tiga hal penting tentang puasa Syawal.

Pertama, Rasulullah SAW memberikan penghargaan besar kepada umat Muslim yang menyempurnakan ibadahnya dengan berpuasa enam hari setelah Ramadhan.

Pahala bagi mereka yang menjalankannya dianggap setara dengan berpuasa selama satu tahun penuh.

BACA JUGA:Ingin Jamak Sholat Saat Tengah Mudik, Ustaz Adi Hidayat Jelaskan Syaratnya

BACA JUGA:Ingin Membayar Zakat Fitrah dengan Beras, Ustaz Adi Hidayat Jelaskan Takarannya

Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an, Surah Al-An’am ayat 160, yang artinya:

"Barangsiapa berbuat kebaikan akan mendapat balasan sepuluh kali lipat amalnya. Dan barangsiapa berbuat kejahatan akan dibalas seimbang dengan kejahatannya. Mereka sedikit pun tidak dirugikan (dizhalimi),".

Jika seseorang berpuasa penuh selama bulan Ramadan, pahalanya dikalikan 10, sehingga setara dengan 10 bulan atau 300 hari (dengan asumsi satu bulan 30 hari).

Jika ditambah puasa enam hari di bulan Syawal, yang juga dikalikan 10, maka hasilnya 60 hari.

Secara total, pahala yang diperoleh setara dengan 360 hari, menunjukkan keutamaan besar yang Allah SWT berikan kepada umat Nabi Muhammad SAW.

Kedua, puasa Syawal dapat dilakukan dengan dua metode: berturut-turut atau diselingi, selama masih dalam bulan Syawal, dimulai dari hari kedua setelah Idul Fitri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: