Izin PT Muko Panen Raya Dipending
MUKOMUKO, BE - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Mukomuko, menegaskan perizinan yang diperuntukan PT Muko Panen Raya Abadi, di Desa Batu Ejung, dipending. Ini dikarenakan lokasi yang akan dibangun perusahaan pengolahan minyak mentah kelapa sawit itu, akan mencemari Sungai Air Bikuk dan memberikan hal negatif bagi penduduk disekitar wilayah tersebut. “Sudah langsung kita sampaikan ke eksekutif, yang tergabung dari sejumlah SKPD. Semua perizinan, walaupun sudah diproses harus dipending,” tegas Anggota Komisi I DPRD Mukomuko, Saili, H Muspar dan Busril, saat dikonfirmasi Bengkulu Ekspress, kemarin pagi. Keputusan penundaan izin itu dinilai tepat. Tujuannya agar tidak terjadi hal – hal yang tak diinginkan, hingga menjadi adanya keributan di tengah masyarakat. Desakan penundaan izin itu, bukan berarti DPRD ingin menghambat para investor yang ingin berinvestasi di daerah ini. Tetapi, dalam menjalankan tupoksi salah satunya pengawasan dan menindak lanjuti aspirasi dari rakyat. “Kita sudah melihat di lapangan. Apa yang dikeluhkan masyarakat benar. Lokasi yang akan dibangun pabrik, jaraknya hanya beberapa meter dari aliran sungai diwilayah tersebut,” bebernya. Dewan juga telah menyarankan, baik itu kepada pihak perusahaan, eksekutif maupun masyarakat supaya ada kesepakatan bersama. Solusinya pemindahan lokasi pabrik.“Mengenai solusi untuk lokasi baru, kami serahkan kepada masyakarat. Silakan eksekutif dan perusahaan tersebut melakukan kesepakatan dengan masyarakat. Yang jelas lokasi pabrik tidak boleh dibangun didekat aliran sungai,” pungkasnya. Sementara itu, Kepala Desa Air Bikuk, Alwi ketika dikonfirmasi mengatakan warganya tidak menghalangi pembangunan pabrik. Tetapi lokasi pabrik jangan dibangun dekat dengan Sungai Air Bikuk. Jika tetap dipaksakan ada pabrik. Artinya masyarakat akan mendapatkan dampak negatif yang besar. “Tidak hanya sungai yang tercemar yang digunakan masyarakat. Dampak negatif lainnya akan dirasakan oleh masyarakat banyak kedepannya,” kata Alwi. (900)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: