HONDA BANNER

Orang Tua Tak Pernah Sholat Sampai Meninggal, Apakah Bisa Diganti? Gus Baha Bagikan Solusinya

Orang Tua Tak Pernah Sholat Sampai Meninggal, Apakah Bisa Diganti? Gus Baha Bagikan Solusinya

Gus Baha Bagikan Solusi untuk Orang TUa yang Tak Pernah Sholat Sampai Meninggal Dunia-(foto: kolase/bengkuluekspress.disway.id)-

BENGKULUEKSPRESS.COM- Gus Baha menjelaskan bahwa sholat adalah kewajiban yang bersifat langsung antara seorang hamba dengan Allah SWT, sehingga tidak bisa digantikan oleh orang lain atau ditebus dengan fidyah seperti dalam kasus puasa.

Jika seseorang meninggalkan sholat secara sengaja selama hidupnya, maka hal itu menjadi tanggung jawab pribadinya di hadapan Allah.

Namun, sebagai anak, ada cara lain untuk tetap berbakti kepada orang tua yang semasa hidupnya meninggalkan sholat.

BACA JUGA:Amalan Terbaik untuk Mendatangkan Rezeki, Gus Baha: Insya Allah Langsung Lancar

BACA JUGA:Amalan yang Dijawab Malaikat, Gus Baha: Pengamalnya Dijamin Tak Miskin

Gus Baha menyarankan agar anak-anak memperbanyak doa, istighfar, serta melakukan amal saleh seperti sedekah dan wakaf atas nama orang tua. Hal ini dapat menjadi wasilah agar Allah SWT memberikan ampunan kepada mereka.

Selain itu, anak juga bisa mengambil pelajaran dari kejadian tersebut dan berusaha untuk lebih taat dalam menjalankan sholat.

Dengan menjaga dan menegakkan sholat dalam kehidupan sehari-hari, itu menjadi bentuk bakti terbaik kepada orang tua, sekaligus sebagai upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Hal tersebut disampaikan Gus Baha dalam suatu ceramah yang videonya diunggah oleh kanal Youtube GONDELAN ULAMA.

"Kalau terlanjur terjadi orang tua kita nggak sholat, saya ulangi, kalau terlanjur terjadi orang tua kita nggak sholat atau pernah meninggalkan sholat, kita sebagai kiai itu punya cara supaya yang untung itu fakir miskin. Misalnya kita fatwa dikasih fidyah atau fidah atau apa, tapi ini bukan cara yang jadi solusi," terang Buya Yahya.

Gus Baha menekankan bahwa hak adami, seperti utang atau kewajiban lain kepada sesama manusia, harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum memikirkan amalan lain untuk orang tua yang telah meninggal.

Ini karena dalam Islam, hak sesama manusia tidak bisa dihapus begitu saja dengan doa atau sedekah, tetapi harus ditunaikan secara langsung.

Setelah menyelesaikan hak adami, barulah anak bisa memperbanyak doa, istighfar, dan amal saleh seperti sedekah, wakaf, atau membaca Al-Qur'an dengan niat menghadiahkan pahalanya kepada orang tua.

BACA JUGA:Mengutip dari Kitab Hikam, Gus Baha Ungkap Penyakit Terberat di Dunia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: