HONDA BANNER

Salurkan Bantuan, Kelas Kecil Project dan Tim Fokus Trauma Healing

Salurkan Bantuan, Kelas Kecil Project dan Tim Fokus Trauma Healing

\"\"  

BENGKULU, bengkuluekspress.com- Setelah menggalang dana selama hampir satu minggu, Kelas Kecil Project yang bergabung dengan berbagai komunitas Minggu pagi (05/05/19), terjun langsung ke Desa Sunda Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng). Kedua desa ini merupakan sebagian wilayah yang terdampak banjir dahsyat dan longsor yang melanda Bengkulu beberapa waktu terakhir.

Ketua Panitia Pelaksana, Raden Arif Hidayat, menuturkan, selain menyerahkan donasi, Kelas Kecil Project bersama tim lainnya juga menggelar trauma healing.

\"Alhamdulillah kegiatan kita disambut baik, anak-anak disana juga antusias mengikuti lomba mewarnai yang kita gelar untuk mereka, jurinya dari kita-kita yang ada disana. Lalu anak-anak yang punya keberanian untuk maju kedepan pun kita berikan apresiasi dengan adanya hadiah tambahan. Setelah itu baru kita bagikan alat tulis juga. Kita berharap kegiatan seperti itu dapat menghibur mereka,\" tutur Arif.

Diceritakan Arif, kondisi di Desa Sunda Kelapa sangat memprihatinkan. Setelah ikut membantu membersihkan rumah warga, mereka pun sempat melihat SMP Negeri 14 Pondok Kelapa yang kondisinya sangat memprihatinkan.

\"SMP Negeri 14 Pondok Kelapa kondisinya sangat memprihatinkan. Lumpur disana sangat parah, tidak bisa dibersihkan dengan tangan. Kita berharap akan ada bantuan alat berat dari Pemerintah atau perusahaan agar bisa membersihkan lumpur disana. Sampai saat ini aktivitas sekolah lumpuh total, laboratorium dan buku-buku tentunya tidak bisa diselamatkan,\" jelasnya.

\"Selain menyerahkan donasi, kita juga menggelar trauma healing untuk anak-anak yang melibatkan dosen dan mahasiswa Laboratorium Bimbingan Konseling FKIP Unib. anak-anak  diajak main game dan diberi hadiah guna merefresh rasa trauma pasca bencana. Kita memang lebih fokus untuk trauma healing anak-anak karena mereka adalah aset, baik untuk keluarga, lingkungan, dan bangsa kita,\" lanjut Arif.

 

Trauma healing bersama BK unib

Pada kegiatan penyaluran bantuan ini, juga dilakukan beberapa kegiatan trauma healing Kepada warga sekitar. Kegiatan ini dimaksudkan untuk membantu warga untuk bangkit dan kembali menata hidup, Menghilangkan rasa trauma pada mereka Terutama pada anak-anak.

Kegiatan ini dipandu oleh konselor sekaligus dosen bimbingan dan konseling Universitas Bengkulu, Vira Afriyati, M. Pd., Kons. Dan beberapa mahasiswa bimbingan konseling Unib di antaranya Aldi Surya Saka, Hermania Sagita serta Maro Kambela Prasetya. Dalam trauma healing yang dikhususkan kepada anak-anak ini dilakukan beberapa therapy, ada games therapy, ada juga therapy mewarnai, bernyanyi dan bercerita. Kepada orang dewasa. Dilakukan konseling perorangan.

Akan Ada Bakti Sosial Tahap Kedua

Selain Kelas Kecil Project, kegiatan sosial ini juga diinisiasi oleh tim dari ABCD Studio, bengkuluekspress.com, NET. Good People DIY, Laboratorium Bimbingan dan Konseling Universitas Bengkulu, Backstage People, PIP, Aldora Event Organizer, Walk’in 9, NGOPI (Ngobrol Pilem Jogja), Raflesia Motion, Himpunan Mahasiswa Jurnalistik (Himastik) Universitas Bengkulu, Ruang Gelap Mercubuana Yogjakarta, Communication Photography (Cophy) FISIP Unib, Bombaru Bar n Resto, E Percetakan, dan Area Corp. Kedepannya, mereka pun masih berencana menggelar aksi sosial ditempat berbeda. Terlebih, dikatakan Arif masih ada donatur yang mengirimkan bantuan. Yakni dari Net Good People DIY dan Ikatan Mahasiswa Bengkulu Jogja, yang mana disana ada 30 karung pakaian layak pakai yang sedang diusahakan untuk dikirim ke bengkulu. Dan jika sudah dikirim akan kembali disalurkan ke desa-desa lain yang membutuhkan.

\"Donasi yang sudah kita salurkan adalah berupa uang tunai sejumlah Rp 4 juta, 50 dus air mineral cup, 7 dus pkaian layak pakai, 6 dus mie instan, dan alat tulis untuk anak-anak. Penyalurannya sendiri sebagian kita serahkan langsung, sebagian lagi ada yang melalui perangkat desa. Kedepannya kita juga berharap kawan-kawan yang bergerak di industri kreatif atau komunitas-komunitas, mahasiswa dan masyarakat umum bisa terus berkolaborasi dalam kegiatan sosial dan kegiatan yang positif lainnya di provinsi bengkulu,\" pungkas Arif. (ibe)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: