Untuk Para Penyelenggara Sholat Idul Fitri, Ustaz Adi Hidayat Anjurkan Ini

Sabtu 29-03-2025,05:00 WIB
Reporter : Ari Apriko
Editor : Ari Apriko

Hal ini sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW, yang menganjurkan agar shalat Id dilakukan di lapangan atau tanah lapang untuk menampung lebih banyak jamaah.

Namun, jika terdapat halangan tertentu, seperti cuaca buruk atau kondisi yang tidak memungkinkan, maka sholat dapat dilakukan di dalam masjid.

"Adalah nabi SAW saat akan masuk shalat idul fitri akan mengimami dan memilih tempat yang luas, jika masjid tidak menampung banyak, namun ada lapangan, maka pilih lapangan. Namun jika lebih baik di masjid misal karena hujan, kembalikan ke masjid, setidaknya ada yang tertampung kemudian melebar tak apa, tapi yang utama tempat yang luas," jelas Ustaz Adi Hidayat.

Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa kondisi di zaman Nabi Muhammad SAW tidak bisa disamakan dengan masa sekarang.

Pada saat itu, Masjid Nabawi memiliki ukuran yang relatif kecil, sementara area lapang di sekitarnya cukup luas, sehingga shalat Idul Fitri lebih sering dilakukan di ruang terbuka.

"Namun sekarang Masjid Nabawi kan luas, makanya Shalat Ied di dalam," ujar Ustaz Adi Hidayat.

Ustaz Adi Hidayat menegaskan bahwa Shalat Idul Fitri boleh dilakukan di musala. Ia menjelaskan bahwa makna musala dalam hadits berbeda dengan pemahaman umum masyarakat Indonesia.

BACA JUGA:Masih Berkata Kasar Saat Puasa Ramadhan, Ini Kata Ustaz Adi Hidayat

BACA JUGA:Berapa Takaran Beras untuk Zakat Fitrah? Berikut Penjelasan Ustaz Adi Hidayat

"Jangan salah tangkap, ya, mengimajinasikan karena kalau disebutkan di Indonesia musala itu tempatnya kecil, sempit. Kalau di mal pinggir toilet, bukan, ya. Musala yang dimaksud di sana artinya tempat shlat," papar Ustaz Adi Hidayat.

Dalam bahasa Arab, kata musala memiliki makna yang lebih umum dan dapat merujuk pada area yang lebih luas dibandingkan masjid.

"Kalau dirujuk lagi ke situasi zaman Nabi SAW apabila disebutkan musala berarti bukan masjid. Tempat di luar masjid yang biasanya biasanya lapangan," tegas Ustaz Adi Hidayat.

Ustaz Adi Hidayat menyarankan agar penyelenggara Shalat Idul Fitri menyediakan shaf khusus bagi wanita yang sedang haid dan ibu yang membawa anak.

"Yang menarik, Nabi mengajak perempuan, bahkan yang sedang tak shalat, ibu-ibu yang punya anak, yang penting dalam hadits ini adalah siapkan shaf terbaik untuk mereka. DKM catat, jika ada perempuan yang tidak shalat, jangan satukan dengan shaf yang sedang shalat, misal ibu-ibu yang punya anak yang belum baligh, mereka tetap bisa hadir tapi sebaiknya hadir jadi meski mereka tak shalat tapi dengar khutbah, mereka akan dapat pahala," papar Ustaz Adi Hidayat.

Ustaz Adi Hidayat bahkan menyarankan agar panitia Sholat Idul Fitri menyediakan makanan dan mainan, sehingga anak-anak yang hadir dapat merasa bahagia.

BACA JUGA:Amalan untuk Meraih Malam Lailatul Qadar, Ustaz Adi Hidayat: Bonus Dosa Diampuni

Kategori :