Bekerja dengan sungguh-sungguh dan penuh keikhlasan bukan hanya memenuhi kebutuhan duniawi, tetapi juga bernilai ibadah di sisi Allah.
"Ibadah terbaik adalah bekerja, sesuai dengan kemampuan masing-masing," terang Gus Baha.
Menurut Gus Baha, bekerja dengan cara yang halal dan disertai niat karena Allah sudah dianggap sebagai ibadah dalam Islam.
"Kalau kita bekerja dengan niat ibadah, itulah yang akan mendatangkan rezeki secara nyata," papar Gus Baha.
Gus Baha menegaskan bahwa bekerja adalah amalan yang paling utama dalam mendatangkan rezeki secara konkret.
"Jadi, percuma kalau seseorang rutin mengerjakan sholat dhuha atau sedekah, tapi dia tidak mau bekerja," papar Gus Baha.
Karena itu, Gus Baha menyatakan bahwa bekerja merupakan bentuk ibadah yang paling utama dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, Gus Baha juga membahas bagaimana perlakuan seorang suami terhadap istrinya dapat berpengaruh pada kelancaran rezeki keluarga.
Dalam ceramahnya, Gus Baha menjelaskan bahwa ketidakharmonisan dalam hubungan suami istri bisa menjadi salah satu faktor yang menyebabkan rezeki terhambat.
BACA JUGA:Agar Hidup Lebih Lebih Beruntung dan Dijamin Surga, Gus Baha Sarankan Doa Berikut
BACA JUGA:Ternyata Mondok di Pesantren Bisa Menjadi Haram, Gus Baha: Kalau Seperti Ini
"Ketika suami tidak memperlakukan istri dengan baik, itu bisa menjadi sebab Allah menahan rezeki," papar Gus Baha.
Gus Baha menjelaskan bahwa dalam pernikahan, Allah telah memberikan pilihan yang jelas. Jika pernikahan membawa manfaat dan kebaikan, maka pasangan sebaiknya melanjutkan hubungan mereka.
Namun, jika tidak, lebih baik bagi suami untuk menceraikan istrinya dengan cara yang baik daripada mempertahankannya tanpa kepastian.
"Jika seorang suami tidak jelas dalam memperlakukan istrinya, maka hal itu akan membuat Allah murka dan rezeki keluarga pun tertahan," ujar Gus Baha.
Gus Baha menegaskan bahwa seorang suami tidak boleh memperlakukan istrinya seperti barang gantungan, yakni tidak menceraikannya, tetapi juga tidak memberinya perhatian dan kasih sayang yang seharusnya.