Jadi Rumah untuk Seseorang? Begini Sikap Saat Menjadi Tempat Cerita Bagi Seseorang

Sabtu 27-04-2024,12:31 WIB
Reporter : Fitri Nugroho
Editor : Rajman Azhar

Tunjukkan bahwa Anda peduli dan benar-benar mampu menjadi tempat curhat yang baik. Coba aja posisikan diri saat sedang bercerita, namun orang tersebut sibuk melihat gawainya. 

BACA JUGA:Hanya Bumbu Masakan, Ini Manfaat Kencur untuk Kesehatan: Rahasia Para Penyanyi Profesional

2. Jangan pernah menginterupsi pembicaraannya

Pernahkah Anda merasa kesal ketika sedang curhat kepada teman tetapi ia malah balik bercerita tentang dirinya? Hal ini sebaiknya tidak dilakukan sebagai bentuk penghargaan terhadapnya. 

Seseorang ingin didengarkan dan diberi masukan atas permasalahannya, bukan malah mereka yang kamu jadikan tempat curhat dadakan.

Dengarkan cerita mereka hingga selesai lalu Anda boleh memberinya masukan dari sudut pandang yang mungkin memiliki kisah yang sama dengannya.

Terkadang mereka mungkin hanya butuh tempat untuk mencurahkan isi hati agar merasa lega atas beban hidupnya.

3. Hindari melakukan aktivitas lain di saat ia bercerita

Saat Anda sedang mengerjakan sesuatu di saat seseorang datang maka segera selesaikan pekerjaan tersebut atau hentikan sementara. Lalu dengarkan apa yang akan dikatakannya. 

Tidaklah sulit endengarkan seseorang yang sedang curhat masalahnya. Tunda dulu melakukan aktivitas lain yang membuatnya tidak nyaman saat bercerita. Hal ini penting agar ia merasa Anda benar-benar menghargainya. 

Jangan semakin membuatnya bersedih dan depresi karena Anda tidak peduli saat ia sedang bercerita.

BACA JUGA:Hilangkan Jerawat, Intip Manfaat Kunyit Putih Rempah Tradisonal Asal India

4. Jangan melarangnya untuk bersedih dan membandingkan dengan orang lain

Kesedihan adalah hal yang lumrah dialami oleh setiap manusia sebagai respon dalam menghadapi masalahnya.

Kesedihan adalah bagian dari proses pendewasaan diri dan membuat seseorang semakin kuat pada dasarnya. Jangan pernah melarang seseorang untuk merasakan sedih dan jangan mengatakan “Masih mending, lah aku?”.

Setiap orang berhak sedih dan pada suatu titik ia akan menemukan sendiri kebahagiaannya. Biarkan rasa sedih meliputi untuk sementara waktu hingga kesedihan itu akan membuatnya kuat dan bangkit.

Kategori :